M A’ R I F A T U L I L M U
Menuntut Ilmu Jalan Membuka Syurga
A.Muqadddimah
Seorang Muslim tidaklah cukup hanya dengan keislamannya tanpa berusaha untuk memahami Islam dan mengamalkannya.Pernyataan harus dibuktikan dengan melaksanakan konsekuensi dalam Islam.
Segala macam yang Islam tuntut didalamnya,seperti persoalan ‘aqidah,ibadah maupun yang lainnya maka itu semua dilaksanakan diatas yana namanya ilmu.Agama Islam adalah agama yang bersumber dari wahyu Ilahi yang menolak campur tangan manusia didalamnya.Islam menolak ‘aqidah yang berdasarkan ra’yu,dzhon,dan taqlid terhadap nenek moyang.Islam juga menolak adanya kreasi,inovasi manusia dalam ibadah karena ibadah dalam Islam harus bersifat taufiqiyyah atau dengan kata lain bersumber dari al-Qur’an dan as-Sunnah.
Oleh sebab itu Islam mewajibkkan bagi para penganutnya untuk menuntut ilmu agar terhindar dari kesesatan,keluar dari kebodohan menuju cahaya iman yang merupakan jalan kebahagian yang abadi.
B.Definisi Ilmu
Secara bahasa al_ilmu adalah lawan dari al_jahl atau kebodohan,yaitu mengetahui.Sedangkan ditinjau dari pengertian Istilah, Syaikh Muhammad bin Shalih al_Utsaimin memberikan pengertian bahwa ilmu adalah mengetahui sesuatu dengan sebenarnya.Ilmu itu adalah penjelasan terhadap sesuatu hal yang tidak diketahuinya sehingga dapat dimengerti/dipahaminya.
C.Fungsi Ilmu
1.Sebagai Landasan Amal
Qs.17:36
Diterimanya atau tidaknya amal sholeh seseorang sangatlah bergantung pada sesuai atau tidaknya amal yang berlandaskan diatas ilmu.Ilmu adalah tolak ukur dan standar utama,maka amal yang sesuai dengan ilmu itulah yang diterima.Dan yang bertentangan dengannya,itulah yang tertolak.
Fudha’il bin Iyadh,berkata:”Sesungguhnya suatu amal jika ikhlash namun tidak benar,maka tidak diterima.Dan jika benar namun tidak ikhlash juga tidak diterima hingga ia ikhlash dan benar.Ikhlash yaitu dilakukan karena Allah dan benar yaitu harus sesuai dengan sunnah”.
Ikhlash dan sesuai dengan sunnah Rasullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam adalah dua syarat diterimanya amal.Seseorang tidak mungkin bisa mengerjakan suatu amal yang menghimpun kedua syarat tersebut kecuali dengan ilmu,amal yang dikerjakan tanpa didasari dengan ilmu maka tak akan diterima Allah Ta’ala.
Ibadah dalam Islam haruslah dilakukan dengan metode ittiba’ kepada apa-apa yang telah dicontohkan oleh Nabi saw dan bukan ibtida’(menciptakan)hal-hal yang baru dalam ajaran Islam.Seorang muslim haruslah menundukkan akal serta hawa nafsunya terhadap wahyu yang Allah berikan Muhammad saw,bukan sebaliknya.Setiap muslim wajib menyatakan bahwa segala macam bentuk dari amal sholeh yang ada diluar koridor syara’ adalah bathil dan tertolak.Karena sungguh sangatlah sesat perbuatan-perbuatan yang keluar dari koridor tersebut,seolah-olah perbuatanlah yang menghukumi syara’ dan bukan hukum syara’ yang menghukumi perbuatan tersebut.
Jadi ilmu adalah penunjuk jalan kepada ikhlash dan penunjuk jalan atau imam untuk mengikuti sunnah-sunnah Rasulullah,sedangkan amal adalah anak buahnya.Hal mengisyaratkan bahwa ilmu adalah sesuatu yang mulia,paling agung,dan paling utama.
Rasulullah saw telah bersabda..:
“Barang siapa melakukan amalan tanpa didasari perintah kami,maka tertolak”.(HR.Muslim)
“Barang siapa mendatangkan hal baru dalam urusan agama yang tidak termasuk bagian darinya maka tertolak”.(HR.Muttafaqun ‘Alaih)
Abu Hurairah berkata ,’’Perumpamaan ilmu yang tidak diamalkan seperti harta ynag tidak dinafkahkan di jalan Allah.”
2.Sebagai Landasan Iman
Qs.10:36
Aqidah Islam adalah ‘aqidah yang lurus,gamblang,dan bersih sehingga tak ada sedikitpun dalam ‘aqidah Islam ini yang berdiri diatas landasan yang penuh keraguan,utopia,atau praduga.Beriman kepada Allah tidak dibenarkan apabila didasarkan oleh keyakinan yang sama seperti nenek moyangnya yang tidak tersentuh oleh datangnya wahyu kepada mereka.
Sudah merupakan kewajiban bagi setiap individu muslim bahwa mereka harus memurnikan keyakinan kepada_Nya serta melepaskan diri dari hal-hal yang berbau dan yang menjebloskan mereka ke lubang kemusyrikan.Tauhid seseorang tidak akan lurus sebelum meng_ilmu_kan keyakinannya tersebut.
Iman adalah syarat diterimanya amal sedangkan amal pun tidak diterima tanpa adanya ilmu yang bersumber dari Allah dan Rasul_Nya,maka telah jelas bahwa ilmu,amal,dan iman merupakan satu kesatuan yang semuanya bersifat taufiqiyyah.Allah hanya akan memberikan balasan kepada orang-orang yang beriman,beramal sesuai dengan al_Qur’an dan as_Sunnah yang merupakan ilmu yang Dia turunkan kepada Nabi_Nya.
D.Kewajiban Menuntut Ilmu
Setiap muslim dan muslimah diperintahkan untuk menuntut ilmu karena dengannya mereka akan mengetahui tentang agamanya yang bersumber dari al-Qur’an dan as-Sunnah.Mereka tidak akan bisa melaksanakan agamanya dengan benar,melainkan dengan belajar Islam yang yang benar berdasarkan kedua sumber tersebut yakni al-Qur’an dan as-Sunnah,karena agama Islam merupakan agama ilmu dan amal.
Menuntut ilmu adalah jalan yang lurus untuk dapat membedakan antara yang haq dan bathil,antara sunnah dan bid’ah,ma’ruf dan munkar,serta antara tauhid dan syirik.
Setiap individu muslim dan muslimah tidaklah cukup hanya dengan menyatakan keIslamannya tanpa berusaha mempelajari Islam,memahami dan mengamalkannya .Pernyataannya harus dibuktikan dengan melaksanakan konsekuensi yang terdapat dalam Islam.Maka dari itu untuk melaksanakan hal tersebut Islam mewajibkan bagi setiap penganutnya untuk menuntut ilmu yang dapat menuntun mereka menuju kebahagiaan abadi.
Qs.96:1-3
Ayat diatas merupakan ayat pertama yang Allah turunkan dalam al-Qur’an yang diawali dengan kata “Iqra”,yang artinya bacalah namun ada pula sebagian ulama yang mengartikan “himpunlah”.Himpunlah sebanyak mungkin ilmu,informasi karena tak ada yang dapat dilakukan tanpa ilmu.
Ilmu bagai cahaya yang bisa menampakkan jelas mana jalan yang tepat untuk di tempuh dan mana jalan yang akan menjerumuskan serta membahayakan.Ilmu adalah pupuk iman,tak akan pernah kokoh kehidupan tanpa iman dan tak akan pernah kokoh iman tanpa ilmu yang diamalkan dengan ikhlash.
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda..:
“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim”.(HR.Ibnu Majah)
Imam al_Qurthubi menjelaskan bahwa hukum menuntut ilmu terbagi dua :
Pertama : hukumnya wajib,seperti menuntut ilmu tentang sholat,zakat,haji,puasa dan yang lain sebagainya.
Kedua: fardhu kifayah,seperti menuntut ilmu tentang pembagian hak yakni qishos,hudud,ta’zir.
Ketahuilah,menuntut ilmu adalah suatu kemuliaan yang sangat besar dan menempati kedudukan tertinggiyang tidak sebanding dengan apapun.
E.Keutamaan Menuntut Ilmu
1.Menuntut Ilmu Merupakan Jihad di Jalan Allah
Rasulullah saw bersabda..:
”Barang siapa yang keluar untuk menuntut ilmu maka ia berada di jalan Allah sampai ia kembali pulang.”(HR.at_Tirmidzi)
Rasullah saw ,memberikan jaminan kepada para penuntut ilmu sebagai mujahid-mujahid yang berjuang di jalan-Nya,dari langkah kaki yang keluar dari rumahnya hingga kembalinya mereka.
DR.Shalih al_Fauzan,menyatakan bahwa jihad memiliki empat tingkatan yakni yang pertama adalah jihad melawan hawa nafsu dan tingkatan jihad yang terakhir adalah jihad melawan orang-orang kafir yana memusuhi agama Allah.Akan tetapi yang harus diperhatikan adalah bahwa jihad melawan orang-orang kafir tidak akan terlaksana apabila belum melaksanakan jihad tingkat yang pertama yakni jihad melawan hawa nafsu dalam diri yang merupakan start awal untuk melaksanakan jihad-jihad yang lainnya.
Jihad merupakan ibadah yang agung didalam agama Islam dan ia tidak dapat dilakukan dengan sembarang akan tetapi harus dilakukan dengan ilmu yang mumpuni sebagai bekalnya.Maka menuntut ilmu merupakan hal yang petama harus dilakukan.
Menurut al_Imam Ibnul Qayyim al_Jauzy,bahwa jihad melawan hawa nafsu memiliki empat tingkatan :
Pertama :Berjihad untuk mempelajari petunjuk (ilmu yang bermanfaat)dan agama yang benar.Seseorang tidak akan mencapai kesuksesan dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
Kedua :Berjihad untuk mengamalkan ilmu setelah mengetahuinya.
Ketiga :Berjihad untuk mendakwahkan ilmu dan mengajarkannya kepada orang yang belum mengetahuinya.
Keempat :Berjihad untuk sabar dalam berdakwah kepada Allah Ta’ala dan sabar terhadap gangguan manusia yang menentangnya.
Abu Darda ra menyatakan:”Barang siapa berpendapat bahwa pergi mencari ilmu tidak termasuk jihad,sungguh ia kurang akalnya”.
…BERJIHAD DENGAN HUJJAH (DALIL) dan KETERANGAN DIDAHULUKAN ATAS JIHAD DENGAN PEDANG DAN TOMBAK…
2.Menuntut ilmu dan mengajarkannya lebih utama daripada ibadah sunnah dan wajib kifayah.
Rasullah saw bersabda..:
”Keutamaan ilmu lebih baik daripada keutamaan ibadah,dan agama kalian yang paling baik adalah al-wara’.”(HR.ath_Thabrani)
Ali ibnu Abi Tholib karamallah wajhahu,berkata “Orang yang berilmu lebih besar ganjaran pahalanya daripada orang yang puasa,sholat,dan berjihad di jalan Allah”.
Imam Muhammad bin Idris asy_Syafi’I rahimullah,berkata:” Tidak ada sesuatu pun yang lebih baik setelah berbagai kewajiban syari’at daripada menuntut ilmu syar’I”
Abu Hurairah ra,berkata:”Sungguh,aku mengetahui bab ilmu tentang perintah dan larangan lebih aku sukai daripada tujuh puluh kali berjihad”.
3.Menurut ilmu syar’I memudahkan jalan menuju syurga
Setiap muslim dan muslimah pastilah mempunyai obsesi / cita-cita tertinggi diantaranya yaitu masuk syurga. Maka jalan yang dapat memudahkan masuk syurga adalah dengan menuntut ilmu.
Rasulullah saw bersabda..
“Barang siapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu,maka Allah mudahkan baginya jalan menuju syurga”.(HR.Muslim)
“Barang siapa yang berjalan menuntut ilmu,maka Allah mudahkan jalannya menuju syurga”.(HR.Ahmad)
Berjalan menuntut ilmu,terdapat 2 ( dua ) penafsiran: pertama_berjalan kaki menuju majelis-majelis para ulama,maka ini merupakan arti yang sebenarnya.,kedua_menempuh jalan (cara) yang mengantarkan seseorang untuk menuntut ilmu.
Adapun kalimat Allah akan memudahkan jalannya menuju syurga pun terdapat 2 (dua) pengertian:pertama_ Allah akan memudahkan memasuki syurga bagi orang yang menuntut ilmu yang tujuannya hanya untuk mencari wajah_Nya.,kedua_Allah akan memudahkan baginya jalan menuju syurga pada hari kiamat ketika melewati “shirath” dan dimudahkan dari berbagai ketakutan yang ada sebelum dan sesudahnya.
4.Menuntut ilmu dapat menumbuhkan rasa takut terhadap Allah.
Qs.35:28
Allah mengabarkan bahwa orang-orang yang takut kepada_Nya adalah seorang ‘ulama.Maka apabila ada seseorang yang mempunyai sedikit ilmu namun dia takut kepada Allah dengan melakukan berbagai macam ibadah kepada_Nya yang merupakan sebagai bentuk pengamalan dari ilmu yang telah dimilikinya maka orang tersebut dapat dikatakan sebagai ‘ulama.Namun apabila ada seseorang yang mempunyai banyaknya ilmu,tetapi hal tersebut tidak membuat takut kepada Allah dengan senantiasa apa-apa yang telah Allah tetapkan bagi_Nya,maka tidaklah dapat dikatakan orang tersebut sebagai ‘ulama.
Ibnu Mas’ud ra,berkata:”Cukuplah rasa takut kepada itu disebut sebagai ilmu.Dan cukuplah tertipu dengan tidak mengingat Allah disebut sebagai kebodohan”.
Imam Ahmad rahimahullah,berkata:”Pokok ilmu adalah rasa takut kepada Allah”.
Rasullah saw bersabda..
“Wahai manusia,sesungguhnya ilmu itu hanya akan didapat dengan belajar,sedangkan pemahaman hanya akan didapat melalui pendalaman (tafaquh),dan barangsiapa yang dikehendaki Allah baik maka ia akan diberi kepemahaman dalam agama,sesungguhnya yang takut kepada Allah dari hamba-hamba_Nya adlah ‘ulama”.(HR.Bukhari)
F.Kedudukan Orang Yang Berilmu
1.Menjadi Saksi atas Allah
Qs.3:18
Pada ayat diatas Allah Ta’ala meminta orang-orang yang berilmu umtuk bersaksi terhadap sesuatu yang sangat agung dan mulia untuk diberikan kesaksian yaitu keeasaan Allah dan hal inilah yang menunjuk keutamaan ilmu dan orang-orang yang berilmu.Karena hanya orang yang demikian itu saja yang dapat mengetahui eksistensi Alla Ta’ala.
“Ilmu ini akan dibawa oleh para ‘ulama yang adil dari tiap-tiap generasi.Mereka akan memberantas penyimpangan /perubahan yang dilakukan oleh orang-orang ghuluw,menolak pelaku kebohongan pelaku kebathilan dan takwil orang-orang yang bodoh”.
Allah hanya akan meminta orang-orang yang berilmu untuk menegakkan keadilan dengan memberantas semua bentuk penyimpangan yang jauh dari kebenaran..
2.Ditinggikan Derajat oleh Allah
Qs.58:11
Dalam sebuah hadits yang telah diriwayatkan dari Umar ibn Khattab,bahwa Rasulullah saw telah bersabda..: ”Sesungguhnya Allah mengangkat dengan al_Qur’an beberapa kaum dan Allah pun merendahkan beberapa kaum dengannya(pula).(HR.Muslim)
Dalam al_Qur’an
Artinya,”…Kami tinggikan derajat orang yang Kami kehendaki;dan diatas tiap-tiap orang yang berpengetahuan itu ad kagi Yang Maha Mengetahui”.
Allah mengangkat derajat siapa saja yang dikehendakinya dengan sebab ilmu seperti halnya Allah telah mengangkat Yusuf as,dengan sebab ilmu pula diatas saudara-saudaranya.
3.Dijauhkan Dari Laknat Allah
Dari Abu Hurairah ra,ia berkata”Aku mendengar Rasulullah saw bersabda..
“ Ketahuilah,sesungguhnya dunia itu dilaknat dan dilaknat apa yang ada didalamnya,kecuali orang yang dzikir kepada_Nya,orang berilmu dan orang yang mempelajari ilmu”.(HR.at_Tirmidzi)
4.Mendapatkan Royalti Dari Amal Yang Dilakukannya
Rasulullah saw telah bersabda…
“Jika seseorang manusia meninggal dunia,maka pahala amalnya terputus,kecuali tiga hal;shodaqah jariyah,ilmu yang bermanfaat,dan anak sholeh yang mendo’akannya”.(HR.Muslim n Ahmad)
Hadits ini merupakan dalil yang menerangkan tentang keutamaan ilmu dan kemuliaan serta besarnya buah dari ilmu.
Sesungguhnya pahala ilmu dapat diterima oleh orang yamg bersangkutan selama ilmu yang telah disampaikan kepada khalayak umat diamalkan oleh uamt tersebut.
Rasulullah hanya mengkhususkan ketiga hal tersebut diatas yang pahalanya dapat diterima oleh si mayit adalah penyebab keberadaan ketiga hal tersebut.Karena ia menjadi sebab terbentuknya anak sholeh,shodaqah jariyah,dan ilmu yang bermanfaat.
5.Dido’akan Oleh Rasulullah
Rasulullah saw mendo’akan orang-orang yang mendengarkan sabdanya dan menjamin bahwa orang tersebut akan mendapatkan keistimewaan dari Allah swt yaitu berseri wajahnya di yaumil qiyamah kelak.
“Semoga Allah memberikan cahaya pada wajah orang yang mendengarkan sebuah hadits,lalu menghafalnya,dan menyampaikannya kepada orang lain.Banyak orang yang membawa fiqh namun ia tidak memahaminya.Dan banyak orang yang menerangkan fiqh kepada orang yang lebih faham darinya.Ada tiga hal yang dengannya hati seorang muslim menjadi bersih (dari khianat,dengki,dan keburukan) yaitu melakukan sesuatu denga ikhlash karena Allah,menasehati ‘ulil amri (penguasa),dan berpegang teguh pada jama’ah kaum muslimin .Karena do’a mereka meliputi orang-orang yang berada di belakang mereka”.Beliau bersabda ,“Barangsiapa yang keinginannya adalah negeri akhirat,Allah akan mengumpulkan kekuatannya menjadikan kekayaan dihatinya dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina.Namun barangsiapa yang niatnya mencari dunia.Allah akan mencerai beraikan urusan dunia,menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya ,dan ia mendapat dunia menurut apa yang telah ditetapkan baginya”.(HR.Ahmad)
Seandainya keutamaan ilmu itu hanya ini saja,tentu sudah cukuplah hal ini menunjukkan kemuliaannya.Sebab,Nabi saw berdo’a bagi orang yang mendengarkan sabda beliau,memahami,menghafal,serta menyampaikannya.
ic kaka cranya gmn ci bkin bgtu,,,,
BalasHapusgampang adeku sayang km tinggal sign in dulu ke google account trus isi email n pasword km trus km buat file apa yang km mau sajikan di entri baru slesei deh .. gampang khan !!
BalasHapus