Minggu, 01 November 2009

The Power of "GIVING"

Kisah ini benar2 terjadi...meski tidak persis sebagaimana yg dituturkan oleh yang bersangkutan. :) maklum masih latihan menulis.

Di sebuah kota Besar, ada seorang guru muda yang sudah cukup lama mengabdi sebagai pengajar di sebuah TK Terpadu. Gajinya tidaklah terlalu besar, masih jauh bawah standar UMR cuma 150ribu/bulan...nggak mungkin cukup untuk hidup...(Dia masih lajang dan tinggal bersama orang tuanya).

Sebagai seorang guru yang baik, tugasnya tampak lebih berat dan full setiap harinya. Bahkan tugas -tugas administrasi kelas pun membuatnya sering lembur. Pada awalnya, dia menikmati semua itu. Besar kecil nya gaji tak membuatnya pasrah, ia tetap bersemangat dengan memendam harapan akan adanya kehidupan yang lebih baik baginya kelak.

Namun, sebagai mana manusia pada umumnya, keletihan dan ketidak puasan pasti datang seiring berjalannya waktu. Perbaikan standar gaji tak juga diterimanya. Sampai akhirnya ia pada batas kelelahannya. Ia sering mengeluh pada teman dekatnya. Ia ingin mendapatkan pekerjaan yang lebih baik; tentunya secara finansial maupun iklim kerja. Lalu ia pun mulai bergerilya lagi, melamar pekerjaan ke tempat lain. Ia bertekad untuk pindah dari sekolah itu, meskipun berat rasanya meninggalkan anak -anak yang diajarnya.

Kemudian, pada suatu hari, saat ia masuk kelas tiba -tiba suasanya begitu sunyi. Anak -anak yang biasanya ramai menyambutnya tidak tampak satupun. Dan, itulah, tiba-tiba beberapa orang anak memeluknya dari belakang sambil berkata; “Ibu, selamat ulang tahun!” mereka mencium telapak tangannya. Diikuti seluruh anak yang diajarnya. Mereka memasang sebuah karton besar di kelas yang ditulisi ucapan selamat ultah oleh seluruh anak.

Guru itupun tak kuasa menahan air matanya. Dia menangis sambil jongkok di depan kelas. Anak -anak itu satu persatu menyerahkan bingkisan hadian ulang tahun dan selembar surat.

Di rumahnya, guru itu membuka surat-surat "cinta" itu dan membacanya sambil menangis. Terutama saat membaca, “Ibu, tak ada yang bisa kuberikan selain ucapan ini. Selamat ulang tahun ibu guru. Terima kasih karena telah begitu baik mengajari kami selama ini. Terima kasih atas segala yang telah ibu berikan. Kami mencintai ibu”

Keesokan harinya, guru itu berkata pada temannya, bahwa dia tidak jadi pindah kerja. saat ditanya alasannya, guru itu menjawab, “aku punya anak -anak. aku belum bisa meninggalkan mereka. belum saat ini”

Suatu hari Guru ini berkenalan dengan seorang 'mentor' / pembimbing kemudian 'mentor' tersebut menawarinya sebuah perubahan yang mungkin dicapai. Mentor tersebut menjelaskan kekuatan taqwa plus amalan shodaqoh. Setelah mendengar penjelasan dari 'mentor' tersebut Guru TK itu ingin sekali mempraktekkannya kemudian beliau bilang bahwa dia ingin agar gajinya naik menjadi 500ribu/bulan.

Mentornya bertanya "Kok mintanya sedikit cuma 500ribu?"; kemudian jawab si Guru, maaf klo saya minta lebih sepertinya nggak mungkin...gaji kepala sekolah TK terpadunya aja cuma 450ribu....dan si mentorpun tersenyum kemudian berkata nggak ada yg nggak mungkin bagi Allah...

Bahkan di dalam Al Qur'an Allah berjanji "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui".

Akhirnya Guru TK itu komitmen untuk melaksanakan keinginannya...hampir tiap hari dia Sholat malam, kemudian seluruh gajinya yang cuma 150 ribu/bulan itu diinfaqkan semuanya...tanpa terasa 2 bulan berlalu...masuklah di bulan ke-3 dan dia ketemu lagi dengan 'mentor' /pembimbingnya...dan terjadi dialog

mentor :"Gimana kabarnya mbak?", tanya si mentor...
Guru TK :"Alhamdulillah baik..."
mentor :"Keinginannya udah dikabulkan sama Allah".
Guru TK: "Tidak terkabul...mungkin saya mintanya terlalu sedikit"
mentor : "Ndak mungkin itu, pasti ada yang salah...atau ibadahnya kurang ikhlas???"
Guru TK : "Bukan begitu...sekarang gaji saya Rp.3.150.000,- /bulan ..bukan 500ribu/bln sebagaimana yg saya minta"
mentor :???? "gimana ceritanya"
Guru TK :"Masalahnya..bulan ini saya menikah dengan putra pemilik sekolahan yang Gajinya 3juta/bln jadi total yg saya terima menjadi Rp.3.150.000,- /bulan
mentor : (tertawa) :D "Allah memang Maha Mengetahui yang dibutuhkan makhluk-Nya"...seringkali yang terjadi diluar dugaan bahkan nggak kepikir kalo kamu selain mendapat gaji lebih dibanding yang diminta juga dikasih "jodoh" sama Allah....mungkin sebagai 'bonus'.

Demikian semoga bermanfaat...
Ayo perbanyak Shodaqoh dan amal2 sunnah sehingga hidup makin barokah dan segala masalah kita akan mendapat solusi yang terbaik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar