Assalamu 'alaikum Wr. Wb.
Segala Puji hanya milik Dzat yang Maha Mulia, yang memberikan mahlukNya begitu banyak nikmat yang Allah SWT sendiri nyatakan "menghitung-hitung nikmatKu pun engkau tidak akan mampu"..
Terlebih lagi nikmat "Iman dan Islam" yang akan mengantarkan kita ke negeri kekal lagi abadi yaitu SurgaNya Allah SWT tapi sangat sedikit kita bersyukur..
Shalawat dan Salam kepada Baginda Rasulullah SAW, Kekasih Allah juga para ahlul bait dan para sahabat2 beliau yang kita sebagai ummatnya, saudara seIman mereka di masa sekarang ini belum pernah melihatnya tapi tetap merasakan kehadirannya dan senantiasa merindukan perjumpaan dengannya.
Saudaraku seiman..kadang dalam memahami arti cinta sesungguhnya sebagai ummat muslim kita rela mengorbankan apa saja tapi dari segi hal keduniaan saja. Tapi untuk melihat dari segi ketakwaan kepada Allah swt sangat jarang kita tegas atau mengambil sikap yang serius.
Dikisahkan seorang anak menderita penyakit yang serius sehingga ia diharuskan meminum obat dari dokter yang amat pahit rasanya jika ia ingin sembuh. Tapi ketika sang anak menjerit mengeluhkan pahitnya obat kita menjadi kasihan dan timbul rasa iba kepada san anak sehingga obat yang pahit ditangguhkan.
Tapi apakah ini tanda cinta yang sebenarnya? Obat harus tetap diminumkan dengan bujuk rayu dan lemah lembut demi kesembuhan seseorang yang kita cintai walau sepahit apapun obatnya.
Hari ini berapa banyakkah dari orang-orang yang kita cinta sakit tetapi adakah rasa iba kita..atau benar-benarkah cinta kita kepadanya???
Rasulullah saw bersabda: “Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya: Laki-laki yang tangan mereka menggenggam cambuk yang mirip ekor sapi untuk memukuli orang lain dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang dan berlenggak lenggok. Kepalanya bergoyang-goyang bak punuk onta. Mereka itu tidak masuk surga dan tidak pula mencium baunya. Padahal sesungguhnya bau surga itu bisa tercium dari jarak sekian dan sekian.” (hadits riwayat Muslim)
Dari hadits di atas jelas bahwa tidak akan mencium bau surga orang yang suka memukul dan wanita-wanita yang mengumbar aurat atau berpakaian seksi.
Saudaraku seiman bayangkan, menciumnya saja tidak bisa apalagi masuk surga. Padahal bau surga itu bisa tercium dari jarak yang sangat jauh.
Oleh karena itu kasihan sekali dengan wanita-wanita Muslim yang mungkin adik, kakak, tetangga, teman, sahabat ataukah lagi ibu kita senang berpakaian seksi dan tidak mau memakai jilbab.
Padahal itu diperintahkan Allah dalam Al Qur’an:
“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang-orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal dan oleh karenanya mereka tidak diganggu. Dan Allah swt Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs al-Ahzab 59).
Dalam berpakaian, bukan hanya memakai jilbab. Tapi juga menghindari pakaian yang tipis atau ketat yang memamerkan bentuk tubuh
Hadis riwayat Aisyah RA, bahwasanya Asma binti Abu Bakar masuk menjumpai Rasululloh SAW dengan pakaian yang tipis, lantas Rasululloh SAW berpaling darinya dan berkata:“Hai Asma, seseungguhnya jika seorang wanita sudah mencapai usia haid (akil baligh) maka tak ada yang layak terlihat kecuali ini,” sambil beliau menunjuk wajah dan telapak tangan. (HR Abu Daud dan Baihaqi).
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya..”[an-Nuur:31]
Banyak wanita sekarang ini beralasan memakai jilbab apabila sudah bersuami atau sudah tua..Akhwatku yang ana cinta, kalau sudah tua kalau badan sudah keriput apanya lagi yang hendak ditutup??
Belum lagi kebiasaan wanita muslim kita memakai wewangian diluar rumah.
padahal Rasulullah saw sabdakan.
"barang siapa diantara wanita yang memakai mewangian kemudian berjalan di tengah kaum lelaki, agar mereka mencium bau (wangi)nya itu, maka ia adalah sama dengan berzina". [HR Ahmad (4/418). Lihat juga Shahih Al Jami' (105)
"Barang siapa diantara perempuan yang memakai mewangian kemudian keluar menuju masjid, supaya dicium baunya (wanginya) tidak akan diterima sholatnya sampai ia mandi seperti mandi junub (besar)." [HR Ahmad (2/244). Lihat juga Shahih Al Jami' (2703)]
Binatang saja yang terlempar kedalam api orang kafirpun ingin menolongnya..apakah lagi kalau ahli keluarga kita..ibu, kakak, adik, tetangga, sahabat yang kita cinta yang terlempar kedalam nerakaNya Allah swt.
Maka saudaraku seiman, tunjukkanlah rasa cinta kita kepada mereka, karena rumah yang terbakar kalau tidak dipadamkan akan merambah kerumah tetangganya seperti halnya bencana-bencana yang terjadi di sekitar kita.
Mudah-mudahan perempuan dalam keluarga dan saudara kita tidak termasuk orang-orang yang tidak mencium bau surga dan senantiasa taat akan peritah Allah swt dan mengamalkan sunnah-sunnah Baginda Rasulullah saw.
..Subhanallah wabihamdi AsyaduAllahilaha Illallah Anta Astagfiruka wa'atubu Ilaik
Wassalamu 'alaikum Wr.Wb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar